Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keistemewaan beribadah di mesjid Nabawi dan sejarah berdirinya

Shalat di mesjid Nabawi nilainya sangat tinggi sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

HR. Ahmad, Ibnu Huzaimah, dan Hakim

Shalat di mesjidku ini (mesjid Nabawi) lebih utama 1000 kali di bandingkan shalat di mesjid lainya kecuali di masjidil haram dan shalat di masjidil  haram lebih utama 100.000 kali shalat dari pada masjid lainya.
Sejarah singkat berdirinya mesjid Nabawi
Waktu Rasulullah SAW masuk madinah, kaum ansar mengelu-elukan beliau serta menawarkan rumah untuk beristirahat. 

Keistemewaan beribadah di mesjid Nabawi dan sejarah berdirinya
Mesjid Nabawi-Madinah

 
Namun rasulullah SAW menjawab dengan bijaaksana “biarkan unta itu berjalan , karena ia di perintahkan allah”. Setelah sampai di depan rumah Abu Ayyub Al Ansari, unta itu berhenti, kemudian beliau di persilahkan olah Abu Ayyub Al Ansari tinggal di rumahnya. Setelah beberapa bulan tinggal di rumah Abu Ayyub Al Ansari, nabi Muhammad SAW mendirikan mesjid di atas sebidang tanah yang sebagian milik As’ad bin Zurrah diserahkan sebagai wakaf. Sebagian lagi di beli dari milik anak yatim Sahal dan Suhail anak Amir Bin Amarah di bawah asuhan Mu’adz bin Atrah.
Waktu membangun Mesjid, Nabi Muhammad SAW meletakan batu pertama, selanjutnya kedua, ketiga, kempat dan kelima masing-masing oleh sahabat Abu Bakar, Umar, Usman, dan Ali. Kemudian di kerjakan dengan gotong royong sampai selesai.
Pagarnya dari batu tanah (setinggi Kurang lebih 2 meter). Tiang-tiangnya dari batang kurma, atap dari pelepah daun kurma, halaman di tutup dengan batu-batu kecil, kiblat menghadap Baitul Maqdis, karena waktu itu perintah Allah SWT untuk menghadap Ka’bah belum turun.
Pintunya tiga buah yaitu pintu kanan, pintu kiri, dan pintu belakang. Panjang mesjid 70 hasta , lebar 60 hasata. Dengan demikian mesjid itu sederhana sekali tampa hiasan.
Mesjid tersebut di buat tahun 1 Hijriyah. Disekitar mesjid di bangun rumah Siti Aisyah yang sekarang jadi tempat pemakaman Rasulullah SAW  dan kedua sahabatnya.

Baca juga:


Jahri Mahfus
Jahri Mahfus Seorang Penulis dan Freelancer

Posting Komentar untuk "Keistemewaan beribadah di mesjid Nabawi dan sejarah berdirinya"